Haruskah berpikir diperuntukkan pada kebenaran?
Camera is a responsive/adaptive slideshow. Try to resize the browser window
It uses a light version of jQuery mobile, navigate the slides by swiping with your fingers
It's completely free (even though a donation is appreciated)
Camera slideshow provides many options to customize your project as more as possible
It supports captions, HTML elements and videos.

Selasa, 16 April 2013

Petuah dari Pemakaman


Semasa perjalanan bersepeda kediri-malang pada 14 januari 2013, kemudian singgah dan menginap di kompleks pemakaman troloyo, mojokerto. saya dan sidiq (temans seperjalanan) bertemu dengan pak slamet, seorang yang kami anggap sufi karena sikap sederhananya dan keikhlasan hatinya merawat kompleks pemakaman troloyo. selain itu - beruntung -  kami diberitahu tentang sudut kecil yang biasa dipakai oleh beliau untuk beribadah seorang diri, disembunyikan dari orang lain.

dalam perbincangan saya sembari menunggu lelap, saya menangkap beberapa petuah yang bisa saya petik hikmahnya, di antaranya:


1. Ibadah sunnah harap dirahasiakan
    ibadah sunnah sebenarnya adalah ibadah tambahan, yang sangat rentan membawa sifat riya'. selain itu ibadah sunnah membutuhkan keikhlasan dan kekhusyukan yang tersendiri dari ibadah 'am. selain itu ibadah sunnah adalah ibadah yang seharusnya menjadi ibadah istiqomah yang menjadikan ia berbeda dengan muslim yang lain (identitas taqwa), tetapi identitas itu biarlah hanya Allah yang tahu. selain itu, dengan menjaga kerahasiaan ibadah sunnah akan memurnikan keikhlasan hati, akibatnya menambah derajat pahala dan mendekatkan diri kepada Allah. karena itu harap dirahasiakan.
    saya jadi teringat pada kisah-kisah sufi, yang di antaranya menceritakan tentang kerahasiaan ibadah, walaupun saya banyak lupa akan kisahnya.
satu hari ada seorang 'abid yang tidak dikenal orang lain di kota itu. satu saat kota itu dilanda kemarau yang sangat mencekam. akhirnya seluruh warga kota itu bersepakat untuk melakukan shalat istisqa', dan shalatlah mereka. namun setelah ditunggu lama hujan tak kunjung datang, akhirnya penduduk kota semakin menderita. akhirnya sang 'abid yang terasing dari penduduk kota itu pergi ke sebuah tempat yang sepi dan melakukan shalat istisqa' dan memohonkan hujan untuk penduduk kota. tak berapa lama hujan turun dan derita penduduk menguap begitu saja. akan tetapi, ternyata seorang penduduk mengetahui ibadah 'abid tersebut. setelah bersyukur atas turunnya hujan, penduduk itu ingin menemui 'abid tersebut. namun ternyata 'abid tersebut telah menghinlang, berpindah ke kota lain. satu hari penduduk yang tahu rahasia ibadah 'abid itu mengerti, bahwa 'abid tersebut pergi karena ibadahnya telah diketahui oleh orang lain, dan akibatnya pergi ke tempat lain yang bisa mengasingkan dirinya.
2. hormati kyai mastur dan masyhur
    di dunia ini ada 2 golongan kyai, yaitu kyai mashyur (kondang) dan kyai mastur. kyai masyhur adalah 'alim yang dikenal banyka orang, biasanya karena beliau juga tabligh. tentu saja beliau ini sangat dihormati.
    namun jangan lupakan 1 golongan kyai yang lain, yaitu kyai mastur. kyai mastur ini adalah 'alim yang menyembunyikan ilmunya.karena itu orang pada umumnya tidak mengenalnya, kecuali orang yang memang dekat dengannya. namun dengan kerahasian dan ketablighan antara 2 golongan kyai ini, bukan berarti kyai masyhur lebih tinggi derajatnya daripada kyai mastur. bila diumpamakan, kyai masyhur adalah rasul, sedangkan kyai mastur adalah nabi. kedudukan nabi dan rasul tak bisa ditentukan mana yang lebih tinggi karena tugas yang diberikannya, contohkan saja pada kisah antara Nabi Musa dengan Nabi Khidir.
3. Ilmu tasawuf tidak boleh diumbar
    Ilmu tasawuf merupakan ilmu yang seharusnya rahasia dan tetap terjaga kerahasiaannya di antara muslim yang mampu menjaga amanah ilmunya. maksudnya diumbar ini bukanlah semata karena diperlihatkan, namun juga diajarkan. untuk mengajarkan dan belajar ilmu tasawuf harus secara langsung (tatap muka dengan ahlinya) dan berkesinambungan ilmunya (untuk menjaga supaya tasawuf bukan merupakan ilmu yang dibuat-buat manusia). sebelum mempelajarinya manusia juga perlu memahami ilmu syari'ah Islam dan mengamalkannya, karena ilmu tasawuf susah dipahami dan seringkali terkesan melenceng dari ajaran islam yang syar'i, karena pada hakikatnya ilmu tasawuf ini adalah ilmu seni dalam berislam, hanya kalangan yang mampu memahami saja yang bisa mencernanya, yang tak bisa malah berpotensi menimbulkan kemudharatan.
    ingatkah kita pada kisah syaikh siti jenar? beliau mengajarkan inti ajaran tasawuf yang dikenal 'manunggaling kawula gusti' kepada orang awam. alhasil, banyak kaum muslim banyak yang melenceng dari jalan lurusnya.
    karenanya untuk mengajarkannya membutuhkan persyaratan yang spesial, yaitu kerahasiaan dan keterampilan syariah. bahkan nabi musa yang hidup di zaman yang sepi (jauh lebih sepi dibandingkan sekarang) untuk mengajarkan ilmu tasawuf kepada umatnya harus membawa umatnya ke tengah lautan.
    berkaca pada kondisi hari ini, banyak ilmu tasawuf yang diajarkan melalui buku-buku yang beredar di seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat awam, membuat kehati-hatian menyampaikan ilmu tasawuf itu sirna. saran saya, dengan bermodal ilmu tasawuf yang sudah semarak seperti ini kita harus berhati-hati pada diri kita bila ingin mengamalkan ilmu tasawuf tersebut, baiknya dikonsultasikan kepada ahli yang benar-benar-benar-benar mengerti akan hal ini.

itulah di antara petuah yang masih saya ingat hingga hari ini. semoga keselamatan dan kesadaran islam tetap menyertai pak slamet dari kompleks pemakaman troloyo, mojokerto, amin. dan semoga saya bisa menemui beliau dan menemui sufi-sufi yang lain yang bisa dipetik hikmah dari petuahnya, amin.
Judul: Petuah dari Pemakaman; Ditulis oleh finuaz; Rating Blog: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By Published.. Blogger Templates