Kali ini saya ingin berbagi pengetahuan tentang dunia musafir yang sekarang marak disebut backpacker. Pada mulanya saya akan menyampaikan pengertian tentang musafir ini.
Kata sufru adalah bentuk jamak dari kata safir, sedangkan kata musafirun adalah bentuk jamak dari kata musafir. Kedua kata tersebut yaitu sufru dan musafir mempunyai arti yang sama. Seseorang yang bepergian dinamakan musafir karena musafir itu bisa dikenal wajahnya oleh banyak orang; bepergian juga menyebabkan mengenal tempat-tempat yang belum dia ketahui, jati dirinya yang sebenarnya bisa dikenal orang dan menyebabkan dia keluar melalui tempat yang tidak berpenghuni.
Bepergian dinamakan safar, karena dengan bepergian itu para musafir bisa dikenali akhlaqnya sehingga akan tampak jelas sifat-sifat yang tersembunyi dalam diri mereka. Dari keterangan di atas jelas bagi kita, bahwa safar adalah menempuh perjalanan. Menempuh perjalanan dinamakan dengan safar, karena dengan bepergian itu akhlak musafir bisa diketahui. Ada ungkapan orang-orang Arab: “Safarat al mar’atu ‘an wajhiha”, yang artinya seorang wanita tersebut menampakkan mukanya.
Jadi safar adalah keluar bepergian meninggalkan kampong halaman dengan maksud menuju suatu tempat yang jarak antara kampong halamannya dengan tempat tersebut membolehkan orang yang bepergian untuk mengqashar shalat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar