Dalam perjalannya menuju ke negeri Syam, Imam Ali melewati
kota Anbar yang sedang diduduki bangsa persia. Mendengar kedatangannya,
pemuka-pemuka kota Anbar beserta penduduknya keluar berbondong-bondong
dan berkerumun berjejal-jejal di sekeliling Imam. Mereka menyambut
hangat kedatangannya. Melihat itu, Imam pun bertanya:
“Apa maksud kamu sekalian berbuat demikian?”
“Adalah tradisi kami mengagungkan pemimpin-pemimpin kami.”
“Demi Allah, perbuatan demikian tiadalah bermanfaat bagi pemimpin-pemimpinmu. Dan kamu benar-benar telah menyulitkan dirimu sendiri, baik di dunia maupun di akhirat nanti. Alangkah ruginya orang-orang yang mendapat kesulitan di dunia sedangkan di akhirat mereka ditimpa siksa pula. Dan alangkah beruntungnya orang-orang yang tidak mendapat kesulitan di dunia, sementara di akhirat pun mereka dijauhi api neraka.
“Apa maksud kamu sekalian berbuat demikian?”
“Adalah tradisi kami mengagungkan pemimpin-pemimpin kami.”
“Demi Allah, perbuatan demikian tiadalah bermanfaat bagi pemimpin-pemimpinmu. Dan kamu benar-benar telah menyulitkan dirimu sendiri, baik di dunia maupun di akhirat nanti. Alangkah ruginya orang-orang yang mendapat kesulitan di dunia sedangkan di akhirat mereka ditimpa siksa pula. Dan alangkah beruntungnya orang-orang yang tidak mendapat kesulitan di dunia, sementara di akhirat pun mereka dijauhi api neraka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar