Haruskah berpikir diperuntukkan pada kebenaran?
Camera is a responsive/adaptive slideshow. Try to resize the browser window
It uses a light version of jQuery mobile, navigate the slides by swiping with your fingers
It's completely free (even though a donation is appreciated)
Camera slideshow provides many options to customize your project as more as possible
It supports captions, HTML elements and videos.

Senin, 29 April 2013

Putusnya Persahabatan


  Barangkali tak pernah ada seorangpun yang menyangka, bahwa persahabatan dua orang yang bersahabat kental itu akan berpisah buat selama-lamanya. Orang lebih mengenal di dengan nama sahabatnya – yaitu dengan sebutan “Kawan Imam Ash-Shadiq.”
  Pada suatu hari, kedua orang yang bersahabat itu masuk ke dalam pasar sepatu. Mereka disertai pula seorang budak dari kawan Imam Ash-Shadiq – yang berjalan di belakang mereka. Suatu saat, kawan Imam Ash-Shadiq itu menoleh ke belakang akan tetapi ternyata budaknya tidak kelihatan. Namun, dia tetap berjalan beberapa langkah, kemudian menoleh sekali lagi, dan ternyata budaknya tetap belum juga kelihatan. Dan untuk ketiga kalinya dia melihat pula ke belakang, dan ternyata budaknya tetap belum kelihatan. Oleh karena itu, dia sibuk mencara ke sana ke mari dalam pasar itu. Dan setelah sekian lama budaknya baru kelihatan, maka berkatalah ia: “Hai anak sundal, dari mana kau?”
  Mendengar perkataan seperti itu maka Imam Ash-Shadiq merasa kesal. Oleh karena itu, beliau mengangkat tangannya, lalu memukulnya muka kawannya seraya berkata: “Subhanallah, kau menuduh berzina kepada ibunya. Tadinya saya kira kamu seorang yang wara’, tapi ternyata tidak!”
Kawannya berkata: “Biarlah kutebus engkau dengan diriku hai putra Rasulullah. Sesungguhnya ibunya adalah seorang wanita musyrik dari Sindi.”
  Jawab Imam Ash-Shadiq: “Sekalipun ibunya kafir, umpamanya, namun tidakkah engkau tahu, bahwa pada setiap umat  terdapat pernikahan, dan bahwa anak-anak mereka tidaklah seperti anak-anak kita.” Kemudian Ash-Shadiq berkata lagi: “Enyahlah kau dariku!”
   Sesudah itu, Imam Ash-Shadiq tak pernah lagi kelihatan lagi berjalan bersama kawannya itu, sehingga maut memisahkan antara mereka berdua.
Judul: Putusnya Persahabatan; Ditulis oleh finuaz; Rating Blog: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By Published.. Blogger Templates