Haruskah berpikir diperuntukkan pada kebenaran?
Camera is a responsive/adaptive slideshow. Try to resize the browser window
It uses a light version of jQuery mobile, navigate the slides by swiping with your fingers
It's completely free (even though a donation is appreciated)
Camera slideshow provides many options to customize your project as more as possible
It supports captions, HTML elements and videos.
Tampilkan postingan dengan label Puing pesarean. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puing pesarean. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Maret 2015

Bila hati telah dibelai cinta...

Bila hati telah dibelai cinta
Namun belum mampu 'tuk menjalaninya
Maka bersabarlah . . .

Pendamlah rahasia kecil pembesar hatimu
Untuk menyemaikanmu dan meranumkannya

Biarkan dia semakin merona pesona
Dengan tidak menodai izzah dan iffahnya,
Membujuknya dengan suatu haram nan fana

Berdoa, dan Tawakkallah . . .
Titipkan hatimu kepada Sang Pemilik Hati
Dan titipkan dia untuk kebaikannya

Raih romantika Ali dan Fathimah
Dengan kesempurnaan agama dan cinta sejati

Dan bila takdir belum menyambut
Maka berbahagialah untuk kesucianmu

Dan bila takdir tak menyambut
Bahkan hingga habis masamu
Maka syahid kehormatanmu

Sumbe: Anonim
Read more ...

Salahkah bila mempercayai apa yang dianggap benar?

   Salahkah bila mempercayai apa yang dianggap benar?
   Pertanyaan ini seringkali hinggap di kepala saya, terutama ketika saya telah melakukan sebuah tindakan yang saya pikir adalah benar. Namun di saat kemudian saya mendengar bahwa yang saya lakukan adalah salah.
   Andaikata saya tak punya pendirian maka saya akan langsung berbalik arah. Tapi untung saja saya masih punya ego, sehingga saya masih bisa bersikukuh. Namun saya mengira, jika orang yang menyalahkan saya benar-benar memiliki argumen yang saking luar biasanya hingga saya merasa bersalah mempertahankan ego saya, sudah pasti saya akan mangkir dari jalan yang saya pilih tadi.
   Singkatnya, saya akan selalu dihadapkan pada sebuah jebakan simalakama, yang keduanya saling menyalahkan. Lalu saya bertanya: "Salahkan bila saya mempercayai apa yang saya anggap benar?"

Read more ...

Jumat, 05 Juli 2013

Doa yang tiap hari kita lantunkan, harus dikonstruk ulang. bayangkan, ketika ada suatu kegiatan, doa yang dipanjatkan supaya kegiatan tersebut lancar. Seakan-akan Tuhan sebagai alat pemenuh kebutuhan


Read more ...

Jumat, 28 Juni 2013

Dalam menggapai ihsan, perlu diperhatikan ketiga tingkatannya.
Tingkatan 3, terendah, menempatkan Allah sebagai 'Dia'
Tingkatan 2, menengah, menempatkan Allah sebagai 'Engkau'
Tingkatan 1, atas, menempatkan Allah sebagai 'Aku'
Berhati-hatilah, karena ihsan sangatlah halus


Read more ...

Jumat, 21 Juni 2013

Sesungguhnya tak ada yang namanya kaya atau miskin. Karena pada hakekatnya dalam setiap kekayaan ada jatah rizqi milik orang lain


Read more ...

Jumat, 14 Juni 2013


Pengalaman adalah guru terbaik. Karena ia tak hanya mengajarkan arti pengetahuan, namun juga kearifan
Read more ...

Jumat, 07 Juni 2013


Ironis sekali, seni tradisional hanya dihayati oleh para pendahulu. sedang para muda-mudi berpaling. Paling banter memanfaatkan untuk prestise
Read more ...

Jumat, 31 Mei 2013


Sebenarnya yang membuat segalanya terasa aneh adalah karena kita tak berpikir layaknya ke'aneh'an itu
Read more ...

Sabtu, 20 April 2013

"Hati-hati, pikiranmu pun bisa jadi racun bagi hatimu"


Akal adalah kebanggaan kita sang manusia. Karenanya kita manusia dapat berpikir hingga berkarya. Namun seringkali ketika tak berhati-hati kita terpengaruh ke dalam persepsi yang tak bijak. pengaruh itu bisa jadi dari pikiranmu

"Hati-hati, pikiranmu pun bisa jadi racun bagi hatimu"
Read more ...

Apa ya . . . ?


Berbahagialah para pelupa

Bila dipikirkan secara sekilas, lupa adalah suatu musibah besar bagi tiap individu. karena lupa menghilangkan memori yang tersimpan di otak, sehingga akan banyak mengganggu rutinitas kita sebagai manusia yang aktif.

tentang lupa, dibagi menjadi 2. yang pertama adalah lupa karena suatu kesalahan pada memori. kemudian yang kedua adalah lupa karena saraf penghubung yang ada di otak mengalami masalah.

Berbahagialah para pelupa

Bila kita mau berpikir luas, lupa tak bisa dilakukan dengan sengaja, atau bisa dikatakan bahwa Allah-lah yang membuat kita lupa. banyak sekali orang yang telah mengalami masa-masa buruk namun mencoba untuk melupakan kenangan tersebut namun terasa sulit. ya, karena memang lupa adalah penyakit yang ditentukan Allah.

Bila kita mau berpikir luas, sangat beruntung orang tua yang pikun. pada hakikatnya orang yang sudah tua akan terbatas untuk menjalakan rutinitasnya. akhirnya ia akan banyak merenungi masa-masa mudanya. karena sudah lebih dewasa tentunya para orang yang tua akan banyak menyesali perbuatan masa lalunya. karena tak bisa membayar kesalahan yang sudah dilakukan pada masa mudanya maka banyak meninbulkan orang tersebut stres.  akhirnya ia tidak bisa bergerak maju untuk menebus kesalahannya dan membuatnya semakin terpuruk
Kepikunan bisa membantu orang kehilangan stres.

pada hakikatnya, manusia bisa merasakan rasa senang bila ia sudah merasakan lupa. sebab lupa bisa menghilangkan penyebab gundah dalam hati. contohnya saja bila seorang yang sangta miskin diberi uang sejuta maka akan langsung hilang rasa sedihnya, padahal kebutuhannya belum tercukupi, hutang belum terbayar, hanya dengan memegang uang sejuta rasa sedihnya hilang karena lupa.

juga bagi para pemikir, pada umumnya orang yang termasuk dalam kategori pemikir sering sekali lupa. andai saja mereka tidak lupa pasti pikirannya akan merasa tertekan karena menumpuknya bahan pikiran.

Berbahagialah para pelupa

sedikit berbeda dengan yang lainnya, lupa harus jadi sebuah pelajaran bagi seorang hafidz maupun orang yang sedang menghafal al-qur'an. bagi keduanya, lupa pada ayat2 qur'an yang telah dihafalnya bisa menjadi dosa karena telah melalaikan amanah. tapi lupa bagi keduanya bisa dijadikan cerminan bahwasanya telah melakukan hal yang dilarang agama. barokah dari lupa itu, para hafidz dan yang masih berproses menghafal qur'an bisa semakin meningkatkan amal baiknya hingga menjadi seorang yang shalih.

Wallahu A'lam
Read more ...

A Priori Evolusi Manusia


Manusia memang benar merupakan wujud dari evolusi (didukung Al-Qur'an),
buktinya dalam kandungan, manusia mengalami perubahan
cairan-segumpal darah-daging (mirip lintah)-(mirip kadal)-jadi manusia utuh

sedangkan asal usul manusia dari kera, tetap tidak akan tersambung,
meski ahli antropologi mengklaim bahwa tengkorang manusia dan kera sejenis,
meski ahli biologi mengklaim bahwa kera memiliki gen yang sejenis dengan manusia,
dan meski ahli sains mengklaim bahwa kecerdasan (intelijensia) kera bisa mencapai titik kecerdasan (intelijensia) manusia

namun selama kera belum terbukti memiliki asal usul etika yang jelas serta apresiasi estetika yang baik
belum dapat dibuktikan secara de 'Iman' bahwa kera berevolusi menjadi manusia

0_~
Read more ...

Piagam Madinah; Konstitusi Tertulis Pertama sepanjang Peradaban




tidak ada satu pun konstitusi yang dibuat oleh seluruh rakyat, semua disusun oleh pakar.
terkecuali satu, yang disusun oleh seluruh warga kota hingga menimbulkan perdebatan sengit bahkan perseteruan selama enam tahun hingga akhirnya mencetuskan 46 pasal dalam satu piagam tertulis yang dinamakan piagam madinah
Read more ...

Minggu, 08 April 2012

Cerpin (Cerita Sepintas) 1

Pagi itu ia bangun jam dua. Rasa kantuk yang masih menempel ia kalahkan dengan  membantu ibunya membuat jajanan. Ingin sekali perutnya mencicipi jajanan ibunya itu barang sedikit. Tapi hatinya tak sanggup mengijinkan saat sepintas teringat nasib neneknya.

Jam empat ia sudah siap. Ia pamitan pada ibunya. Neneknya yang terbaring lumpuh ia salami. Satu kecupan dari ibunya menjadi bekal hari itu. Ia pun melangkah keluar, selangkah untuk mimpinya.

Jam lima ia sudah sampai di lahan nafkahnya. 10 lembar koran dipegangnya. Bak salesman sejati, tiap kesempatan datang tak luput diambilnya. Mobil motor incarannya. Malang, hanya dua yang laku hari itu.

500 perak ia simpan dalam dompet plastiknya. Lalu pergilah ia ke masjid depan sekolahan. Bergantilah rupa dia. Dari kumal jadi putih merah. Kini siaplah ia bersekolah

Kelas dua tempatnya. Ia duduk sendiri di bangku pojok belakang. Tak sama dengan temannya, ia serius belajar. Hari itu ia meminjam buku kelas enam. Buku itu habis sebelum waktu pulang. Dalam bacaannya, selalu terngiang nasib ibunya, neneknya, serta adiknya yang selalu digendong ibunya. Sering ia berucap hamdalah karena sadar bisa ada di tempatnya sekarang. Kadang ia teringat ayahnya. Tapi itu cuma menambah rasa pahitnya.

Pagi itu ibu guru memberi tugas satu halaman. Cukup gampang, sebuah karangan bebas tentang cita-cita. Tapi baginya itu tugas yang susah. Satu per satu temannya maju ke depan, menceritakan cita-cita mereka di masa depan. Ada yang lancar, dan ada pula yang malu-malu.

"Hebat, Dinda. Teruslah belajar supaya kamu bisa jadi dokter. Sekarang,,, Amir, coba kamu maju ke depan, nak."

Ia tak punya pilihan. Mau tak mau ia harus maju ke depan. Ia berikan satu-satuya buku miliknya pada gurunya.

"Pedagang asongan? Amir, betul kamu ingin jadi pedagang asongan? Kamu gak pingin jadi orang yang hebat?"

Menunduk. Ia tak mampu menjawab.

"Coba bilang sama ibu, sayang. Kamu sebenernya pingin jadi apa?"

Pundaknya naik, menarik angin bekal mentalnya.

"Presiden, Bu. Saya pingin jadi presiden"

Tambah penasaran, gurunya pun bertanya lagi, "Trus, kenapa kamu gak tulis cita-citamu ini presiden?"

Menunduk. Ia termenung. Ia ingat saat kakenya bercerita tentang kepahlawanan kakeknya merebut kemerdekaan. Cerita muda kakeknya. Lalu ia teringat saat ia pergi menemani kakeknya antre BLT. Ia ingat kata-kata terakhir kakeknya sebelum kakeknya mati terinjak-injak orang yang berebutan mengantre.

"Amir,,, Ibu sudah tanya tiga kali. Coba, sayang. Bilang aja. Ibu gak akan marah."

Kali ini ia angkat kepalanya. Ia kumpulkan lagi napas untuk bekal mentalnya.

"Sebenarnya, kakek saya pernah bilang, presiden itu orang jahat. Presiden itu orang yang makan hati rakyat. Jadi saya dilarang kakek jadi presiden."
Read more ...

Sabtu, 13 Agustus 2011

Cita Jujur

Ada anak yang ingin pergi haji
Namun ia tak mau untuk berusaha
Ia hanya mencuri harta orang
Memilih jalan yang lebih cepat


Kau tahu, Apa yang ‘kan terjadi?
Ia tertangkap oleh polisi
Ia terlena dengan harta-harta haram
Keduanya tak jarang terjadi




Ada lagi anak yang memimpikan Baitullah
Ia rela menukar tenaga dengan mimpinya
Ia bekerja dengan giat
Memilih jalan yang lebih halal


Kau tahu, Apa yang ‘kan terjadi?
Ia berhasil mencapai Baitullah
Kerjanya gagal, namun diganti yang lebih baik
Keduanya sangat mungkin terjadi


Cita-cita itu memang penting, kawan
Tapi kejujuran tetap penting
Karena kejujuran lah
Pintu menuju cita-cita

Read more ...

Senin, 08 Agustus 2011

Man Jadda Wajada


"Man Jadda Wajada"

'Siapa yang sungguh-sungguh akan Berhasil'

Kita tahu, kita hanyalah makhluk Allah yang kecil
Kemampuan dan Pengetahuan kita terbatas
Hanya sebesar buih
Di antara Hamparan Samudera

Namun, asal kita tahu saja
Sesungguhnya, Allah selalu ada untuk hamba-Nya
Di setiap ujian dan peringatan
Selama ia menolong agamanya

Ingatlah, kawan . . .
Kita tak 'kan pernah tahu batas kemampuan kita
Selama kita masih belum berusaha
sampai batas hidup kita

Berjuanglah, kawan . . .
Lampauilah batas kemampuan kalian
Karena kita tahu
"Man Jadda Wajada"
Read more ...

Minggu, 24 Juli 2011

Islam = Oksigen


'Islam adalah Oksigen'

Oksigen
Ada di mana-mana
air, tanah, udara
bahkan dalam tubuh
semua diliputi Oksigen

Hidup dan menghidupkan
penawar kesesakan
sangat sejuk
namun bisa membakar dengan reaksi

Islam
Ada di mana-mana
air, tanah, udara
bahkan dalam setiap makhluk
semua dilapisi Islam

Selamat dan menyelamatkan
penawar kesesatan
sangat indah
namun bisa menghukum para pendosa
Read more ...
Designed By Published.. Blogger Templates