Seorang yang sedang dilanda kesulitan hidup datang menghadap
Imam Ja’far Ash-Shadiq sekedar untuk mohon didoakan. Berkatalah orang
itu: “Wahai tuanku, hamba sangat berharap semoga tuanku berkenan
memanjatkan do’a ke hadirat Allah agar Ia melimpahkan rezeki kepadaku.
Tuanku melihat sendiri, betapa hamba ini orang yang sangat miskin. Buat
makan sehari-hari saja hamba tak kuasa mencarinya.
Secara spontan Imam Ash-Shadiq menjawab: “Aku tak akan mendo’akan kamu!”. Orang yang menghadap itu pun heran maka bertanyalah ia: “Mengapa tuan tak sudi mendo’akan hamba?” Imam menjawab: “Sesungguhnya Allah SWT menyuruh kita agar berusaha mencari rezeki, bukan untuk berpasrah diri tanpa usaha. Jika kamu duduk ongkang-ongkang saja di rumahmu seraya memanjatkan do’a sebagai wasilah untuk memperoleh rezeki, maka hal ini tidaklah diridhai Allah. Oleh karena itu, bekerjalah untuk mendapatkan rezeki, sebagaimana Allah telah memerintah kamu.”
Secara spontan Imam Ash-Shadiq menjawab: “Aku tak akan mendo’akan kamu!”. Orang yang menghadap itu pun heran maka bertanyalah ia: “Mengapa tuan tak sudi mendo’akan hamba?” Imam menjawab: “Sesungguhnya Allah SWT menyuruh kita agar berusaha mencari rezeki, bukan untuk berpasrah diri tanpa usaha. Jika kamu duduk ongkang-ongkang saja di rumahmu seraya memanjatkan do’a sebagai wasilah untuk memperoleh rezeki, maka hal ini tidaklah diridhai Allah. Oleh karena itu, bekerjalah untuk mendapatkan rezeki, sebagaimana Allah telah memerintah kamu.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar