Membeli oleh-oleh atau buah tangan sama sekali bukan urusan sepele. setidaknya hal itu berlaku buat saya. Oleh-oleh adalah sebentuk kearifan lokal yang muncul dari kepedulian seseorang pada kerabatnya. keragaman budaya rupanya sudah dipahami oleh masyarakat sejak dulu. Sementara masyarakat sadar bahwa tiap individu memiliki kesempatan yang berbeda untuk melakukan perjalanan dan mendapatkan pengalaman dari tempat lain. tentu saja ada perbedaan ini berpotensi untuk memunculkan rasa iri hati bagi individu yang tidak memiliki kesempatan yang dimiliki orang lain, meskipun dia juga memiliki kesempatan yang tidak mungkin dimiliki oleh orang lain.
manusia Indonesia, sejauh yang saya ketahui, memiliki modal untuk memiliki rasa simpati yang didapatkan dari kultur yang amat menjunjung tinggi perasaan orang lain. sehingga muncul simbol-simbol kesopanan di tengah masyarakat, yang sayangnya kini mulai hilang, atau bertahan tetapi kehilangan makna filosofisnya. barangkali, dari modal ini tradisi oleh-oleh atau buah tangan muncul. merupakan upaya untuk menjaga perasaan orang lain yang tidak memiliki kesempatan demi melakukan perjalanan. seseorang yang diberi, pada gilirannya akan melakukan hal serupa ketika kesempatan untuk melakukan perjalanan itu tiba. tanpa disadari, tradisi semacam ini menjaga kearifan lokal hingga di masa modern ini. dan, pada frekuensi tertentu, tradisi oleh-oleh menjadi neraca penentu keseimbangan perspektif sebuah masyarakat budaya terhadap masyarakat budaya lainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar