Judul Buku : Balthasar's Odyssey
Pengarang : Amin Maalouf
Penerjemah : Atta Vein
Penerbit : Serambi
Cetakan : ke-1, Oktober 2006
Tebal Buku : 619 halaman
"Mereka berkata waktu akan segera usai
Bahwa hari-hari sudah kehabisan napas
Mereka berdusta."
~Balthasar's Odyssey~
Ramalan kiamat amat sering menghantui kehidupan kita. Terakhir kiamat diramalkan terjadi pada Desember 2012, namun nyatanya tak terjadi. Meskipun begitu tak kapok-kapoknya ramalan kiamat terbaru menyusul ramalam sebelumnya, seolah trend yang terjadwal.
Kalangan Kristen mengenal angka 666 sebagai angka setan. Segala hal yang ditunjukkan dengan angka tersebut berarti berpotensi hancur. Bila dikaitkan dengan tahun menunjukkan akhir dari masa, kiamat. Balthasar's Odyssey sendiri mengisahkan tentang keadaan ketika dunia diramalkan kiamat pada tahun 1666 -seluruh angka romawi tertulis, MCDLXVI.
Seorang saudagar buku Gibelet keturunan pembesar Genoa, Balthasar Embriaco tokoh utama dalam novel ini. Dikisahkan di tengah kekelaman dunia menuju kiamat ada sebuah buku yang dipercaya memiliki kekuatan untuk menyelamatkan diri dari kiamat, Nama Tuhan yang Keseratus. Balthasar yang tak pernah mempercayai mitos tersebut malah tercebur dalam perjalanan pencarian buku tersebut.
Balthasar terpaksa melakukan perjalanan bersama pembantunya Hatem dan kedua kemenakannya, Boumeh dan Habib, karena sebuah penyesalan. Karena jiwa pedagang dan rasa congkaknya, Balthasar menjual buku yang diwarisi dari sahabatnya Idriss kepada Chevalier Marmontel. Tak lain buku tersebut adalah buku legendaris Nama Tuhan yang Keseratus karya Mazandarani, padahal buku tersebut paling langka di dunia dan yang paling dicari-cari. Rasa bersalah itulah yang memaksanya membayar hutang moral dengan perjalanan dari Gibelet di Anatolia hingga ke Konstantinopel, tempat pembeli buku tersebut berlabuh.
Tetapi ternyata takdir berkata lain, naskah langka itu hilang bersama pembawanya, Chevalier Marmontel mati tenggelam. Pencarian buku warisan pun selesai, tapi perjalanan tetap berlanjut karena situasi yang telah berubah -tuntutan Marta, kekasih baru Balthasar.
Hari demi hari dilalui, beragam peristiwa yang mengejutkan membuat situasi berubah drastis hingga memaksa Balthasar berlayar ke London sendiri, kedua kemenakannya kembali pulang. Di situlah ia menemukan buku yang dicarinya, Nama Tuhan yang Keseratus.
Balthasar's Odyssey merupakan sebuah novel yang unik, karena disusun dengan format penulisan jurnal harian. Alur kisah yang selalu mengejutkan dan tak terduga sangat menantang imajinasi pembaca, meski harus sabar untuk menyelesaikan kisahnya -ketebalannya cukup membuat ngeri pembaca pemula.
Tetapi ternyata takdir berkata lain, naskah langka itu hilang bersama pembawanya, Chevalier Marmontel mati tenggelam. Pencarian buku warisan pun selesai, tapi perjalanan tetap berlanjut karena situasi yang telah berubah -tuntutan Marta, kekasih baru Balthasar.
Hari demi hari dilalui, beragam peristiwa yang mengejutkan membuat situasi berubah drastis hingga memaksa Balthasar berlayar ke London sendiri, kedua kemenakannya kembali pulang. Di situlah ia menemukan buku yang dicarinya, Nama Tuhan yang Keseratus.
Balthasar's Odyssey merupakan sebuah novel yang unik, karena disusun dengan format penulisan jurnal harian. Alur kisah yang selalu mengejutkan dan tak terduga sangat menantang imajinasi pembaca, meski harus sabar untuk menyelesaikan kisahnya -ketebalannya cukup membuat ngeri pembaca pemula.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar