Haruskah berpikir diperuntukkan pada kebenaran?
Camera is a responsive/adaptive slideshow. Try to resize the browser window
It uses a light version of jQuery mobile, navigate the slides by swiping with your fingers
It's completely free (even though a donation is appreciated)
Camera slideshow provides many options to customize your project as more as possible
It supports captions, HTML elements and videos.

Jumat, 03 April 2015

Takut Salah Arah

Katanya ilmu itu berbatas
Dan Engkaulah batasnya
Katanya pengetahuan itu berbatas
Dan Engkaulah batasnya

Aku tak tahu
apakah katanya itu kataMu

Tentu Kau tahu aku ingin menujuMu
Kau pun tahu aku ingin mendapatkanMu
sebelum mati, sebelum jalan kepasrahan
Jadi kucoba menerobos batas-batas dunia, batas-batas pikiran
Kubangun menara babel dengan rangka agama
bata buku dan semen filsafat

Tapi
baru-baru kusadari aku merasa jauh
tak kutemukan kehadiranMu di hatiku
malah hilang getaran yang biasa kurasakan
ketika mendengar asmaMu
dalam dzikir, doa, shalat bahkan shalawat
sekarang aku malah merasa muak melakukannya

Aku juga merasa
orang-orang menuduhku sombong
Tapi aku memang sombong, sangat
Sejauh apa aku tak tahu
Barangkali sebentar lagi setingkat fir'aun

Tuhan, apakah untuk menujumu aku harus melewati semua ini?
Atau sejak semula aku salah arah?

Tuhan, aku takut salah arah
Tapi aku tak bisa bertanya pada orang
Kebanyakan dari mereka acuh
bertahan pada rasa aman
Sedang yang lain merasa tahu
Kutanya pada mereka
Mereka tunjuk arah yang berbeda
Tapi kebanyakan mereka menunjukku
“Carilah jalan aman” kata mereka

Sedikit orang saja yang mengembara menuju-Mu
Yang meski aku tahu mereka
tapi aku tak tahu
manakah di antara mereka yang tidak salah arah

Tuhan, aku takut salah arah
Tapi aku lebih takut jika diam saja

Malang, 3 April 2015
Judul: Takut Salah Arah; Ditulis oleh finuaz; Rating Blog: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By Published.. Blogger Templates