Han, Tuhan
Biarkanlah aku sekarang memanggil-manggilmu
Mengawali sebutanmu dengan huruf besar
Karena mungkin sebentar lagi, atau masih lama
Aku tidak lagi mengingatmu
Sudah kuputuskan untuk berjalan di jalan gelap menyesatkan
Untuk menemukan sebuah lentera bertanda logos
Yang sangat mungkin tak bisa kupegang
Atau memang tak mungkin bisa kupegang
Setelah perjalanan bunuh diri ini
Barangkali aku makin cinta kepadaMu
barangkali juga aku malah abai
Tapi kuakui, kulakukan ini karena diriMu
Dan Kau pasti tahu
Han, Tuhan
Kusadari aku ini bukan Muhammad
Tak secerdas Ghazali
Sudah cukup bagiku
Ketika Kau jadi Tuhanku
Sekarang
Sebelum mati akal atau moralku
Aku mau minta maaf kepadaMu
Karena pasti aku punya salah
Setelah itu
Takkan kuberwasiat padaMu
Karena kutahu Kau pasti melakukan yang benar
Karena kau memang benar
PadaMu hanya satu yang kuberikan
Jagalah yang satu ini
Satu warisanku
Ialah imanku
Malang, Jumat 10 April 2015
Biarkanlah aku sekarang memanggil-manggilmu
Mengawali sebutanmu dengan huruf besar
Karena mungkin sebentar lagi, atau masih lama
Aku tidak lagi mengingatmu
Sudah kuputuskan untuk berjalan di jalan gelap menyesatkan
Untuk menemukan sebuah lentera bertanda logos
Yang sangat mungkin tak bisa kupegang
Atau memang tak mungkin bisa kupegang
Setelah perjalanan bunuh diri ini
Barangkali aku makin cinta kepadaMu
barangkali juga aku malah abai
Tapi kuakui, kulakukan ini karena diriMu
Dan Kau pasti tahu
Han, Tuhan
Kusadari aku ini bukan Muhammad
Tak secerdas Ghazali
Sudah cukup bagiku
Ketika Kau jadi Tuhanku
Sekarang
Sebelum mati akal atau moralku
Aku mau minta maaf kepadaMu
Karena pasti aku punya salah
Setelah itu
Takkan kuberwasiat padaMu
Karena kutahu Kau pasti melakukan yang benar
Karena kau memang benar
PadaMu hanya satu yang kuberikan
Jagalah yang satu ini
Satu warisanku
Ialah imanku
Malang, Jumat 10 April 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar