Judul
buku : The Gathering
Penulis : Anne Enright
Penerjemah : Rika Iffati Farihah
Penerbit :
Voila – Mizan
Cetakan :
1, November 2009
Tebal
Buku : 372 halaman
Kupilih buku
ini dalam genggamanku menuju kasir karena di antara tumpukan buku yang sedang
diobral, buku ini-lah tinggal satu di antara spesiesnya. Mungkin saking
larisnya hingga tersisa satu? Aku tak ingat harganya, dua puluh ribu barangkali,
tapi kurasa sepadan dengan predikat yang
tertulis di sampulnya. A new york times
bestseller – a man booker prize winner. Tetapi sebenarnya yang paling
membuatku penasaran adalah kutipan kecil di halaman depan: “Terkadang harus ada
kematian untuk menyadarkan kita akan pentingnya kehidupan”.
Veronica nama
wanita yang berkisah di sini. Sekarang, maksudku di cerita itu, dia adalah
seorang ibu beranak dua yang hidup di Irlandia. Dia tidak benar-benar bahagia
hidup dengan keluarganya, setidaknya menurutku. Dia hanya menganggap rumahnya “rumah”
dan suaminya sebatas “suami”. Tetapi dia tidak benar-benar tahu apa yang ia
inginkan. Bahkan dia tidak sadar dirinya tidak bahagia. Kurasa jiwanya tidak
benar-benar mengisi tubuhnya. Hingga akhirnya terdengar kabar tentang kakak
lelakinya, Liam, yang lama hilang dari keluarganya. Bukan Liam yang bicara,
tapi petugas pengurus jenazah.
Perjalanan
kisah ini sebenarnya amat singkat, antara berita kematian kakaknya hingga
saat-saat setelah penguburan di tengah keluarga besarnya, Hegarty. Tetapi
cerita yang dibawakan Veronica menjadi amat panjang karena hantu-hantu yang
berseliweran dari masa lalunya. Kehidupan bersama Ada, neneknya-lah yang sangat
mempengaruhi kehidupannya. Ia sudah mati dulu bersama suami dan selingkuhannya,
meninggalkan ibu, bibi dan kesebelas saudaranya yang juga berkurang satu per
satu.
Bahkan hingga
di tengah cerita yang kubaca aku masih belum tahu ke mana novel ini berjalan.. Yang
kubaca hanya fragmen-fragmen hidup Veronica yang tak saling bertautan. Hingga
akhirnya kusadari di saat terakhir, seluruh hantu masa lalu dan sisa
keluarganya adalah sebagian mozaik kehidupan Veronica. Novel ini bercerita
tentang perjalanan Veronica untuk menjadi dirinya sendiri. Hal itu baru bisa
tercapai ketika seluruh anggota keluarga Hegarty berkumpul untuk memakamkan Liam.
Liam-lah kunci utama untuk Veronica. Karena dia-lah yang lebih disayangi
Veronica ketimbang keluarga kecilnya.
Untuk bisa
merasakan kehidupan dalam kisah ini dibutuhkan kecerdasan yang tinggi,
menurutku. Oh, jangan lupakan empati, karena kisah ini ditulis dari sudut
pandang wanita. Karena itulah aku kesusahan untuk menghayatinya.
Oh ya, sekilas
tentang penulisnya, Anne Enright, aku tak pernah mendengar namanya sebelum ini.
Dia seorang Irlandia dan seorang wanita. Kurasa itu cukup untuk menjelaskan
rumitnya novel ini. Tentang karya lainnya, dikabarkan sudah empat novel dan
sebuah buku non-fiksi yang telah ditulisnya. Selain itu banyak dan esainya yang
telah terbit. Memang dikatakan di bagian kepengarangan bahwa dia gemar
mengeksplorasi tema hubungan keluarga, cinta dan masa lalu.
Kurasa ini novel
pertama dengan latar belakang keluarga yang pernah kubaca. Aku cukup terpukau
dengan isinya, tapi belum sanggup menyukainya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar