Haruskah berpikir diperuntukkan pada kebenaran?
Camera is a responsive/adaptive slideshow. Try to resize the browser window
It uses a light version of jQuery mobile, navigate the slides by swiping with your fingers
It's completely free (even though a donation is appreciated)
Camera slideshow provides many options to customize your project as more as possible
It supports captions, HTML elements and videos.

Jumat, 02 Agustus 2013

Matsuyama Kaze: Pemurnian Nama Baik


Judul Buku   : Pembunuhan Sang Shogun
Judul Asli     : Kill The Shogun: A Samurai Mystery
Pengarang    : Dale Furutani
Penerjemah  : Widari Utami
Penerbit        : Qanita
Cetakan        : Pertama, Februari 2010
Tebal Buku   : 380 halaman


"Ia tak takut akan kematian,
tapi ingin kematiannya memiliki arti."
~Pembunuhan Sang Shogun~
  
   Kaze bukanlah nama aslinya. Tetapi ia sudah meninggalkan nama aslinya dan menggantinya dengan nama ini yang melekat padanya, terlebih setelah perang besar Sekigahara. Pada dua novel sebelumnya -Kaze dan Dendam di Istana Giok- sudah banyak menceritakan masa lalu Kaze, pun bagaimana awal petualangannya sebagai ronin. Kini di buku yang ketiga dari Trilogi Kaze Dale mengisahkan perjalanan Kaze yang terakhir: mencari dan membebaskan Kiku-chan, putri dari mendiang majikannya yang telah mati.
   Misi penyelamatan putri dari majikannya telah membawanya ke berbagai tempat di Jepang. Sebuah peluang untuk mendapatkan petunjuk bisa didapatkannya bila ia mencarinya di Edo (Tokyo kuno). Namun naas, bukannya ia mendapatkan petunjuk akan keberadaan putri majikannya, ia malah dituduh sebagai orang yang melakukan percobaan pembunuhan terhadap Ieyasu, Shogun baru Jepang yang memenangkan perang Sekigahara.
   Terpaksa Kaze yang semula bersikap sedikit santai harus menyamarkan keberadaan dirinya. Namun situasi lebih memihak kepadanya, karena ia berada di Edo, jantung Jepang di mana Edokko (penduduk Edo) adalah penduduk yang heterogen. Apalagi dengan bantuan Goro dan Hanzo, mantan petani yang pernah ditolong Kaze -di buku sebelumnya-, misi yang diembankan di pundak Kaze bisa sedikit terkurangi meski ia harus membuang harga dirinya sebagai samurai (samurai adalah golongan bangsawan).
   Bagaimanapun misi untuk menyelamatkan putri majikannya adalah tugas yang berat. Ditambah lagi dengan misi pemurnian nama baiknya yang telah tercemar. Mau tak mau ia harus membuka kedok pelaku percobaan pembunuhan shogun supaya misi penyelamatannya berjalan dengan lancar. Rencananya berhasil, ia berhasil menyelamatkan Kiku-chan dan menangkap pelaku tersebut. Oleh sang shogun ia hendak diberi hadiah tanah dan jabatan atas keberhasilan serta kesalahpahaman yang merugikan dirinya, tetapi ia memilih hadiah yang lain: duel dengan Okubo si daimyo licik, musuh lamanya yang telah lama menyimpan dendam pada Kaze. Sebuah hadiah yang besar bagi seorang samurai sejati, karena sengketa dan dendam adalah beban bagi seorang samurai.
   Kaze berhasil menyelesaikan masalah pribadinya dengan tetap bertahan hidup. Sekali lagi ia ditawari hadiah harta dan kuasa oleh Tokugawa, hadiah untuk menjadi tangan kanan shogun. Namun sekali lagi Kaze menolaknya dengan halus. Ieyasu mengerti kemauan Kaze, seorang samurai sejati seperti dirinya tak akan membiarkan dirinya terbelenggu oleh nafsunya.
   Matsuyama Kaze adalah seorang ronin (samurai tak bertuan) yang namanya tak banyak didengar oleh banyak orang, berbeda dengan Oda Nobunaga, Tokugawa Ieyasu. Meskipun begitu, kemampuan berpedangnya tidak kalah dengan samurai-samurai yang namanya dikenang sebagai penguasa Jepang. Selain itu Kaze adalah samurai yang memiliki pemahaman yang sempurna akan Bushido (jalan samurai). Karenanya ia memiliki hati yang bersih dan perilaku yang baik. Sungguh tepat Dale memilihnya sebagai tokoh utama dalam novelnya.
   Banyak novelis yang menggambarkan suasana yang pelik dengan gaya bahasanya masing-masing dan bisa dipahami secara terbatas. Namun Dale mampu menyusun gaya bahasa yang sederhana dan dengan penempatan yang tepat sehingga mudah dipahami dan mudah digambarkan. Selain itu di tiap bab dicantumkan puisi yang tepat dengan isi bab, sehingga tampak nilai sastra dan penggambaran emosi yang lebih.
Judul: Matsuyama Kaze: Pemurnian Nama Baik; Ditulis oleh finuaz; Rating Blog: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By Published.. Blogger Templates