Sang musafir menyeberang
Melalu jurang kefanaan
Berjalan, merangkak, terseok hina
Sekarat bahagia
Gila, mungkin
Buta telah melukainya
Palsu, mungkin
Sejati telah menemukannya
Apapun asalnya
Tertakdir tahun ketigabelas
Semenjak itu, Hmm . . .
Telaga Tanah Merdeka
Tunggal tujuan, sebuah asma
Ilusi ataupun asli
Ia tahu takkan
Sampai, lagi berhak
Belum . . . Ia mantap
Ia tulus, meski bukan
Meski tidak
Meski jangan
Cinta, mesti
Apapun jadinya
Tahulah . . . Jiwaku sang musafir
Pahamilah . . . Asmamu telaga
Hayatilah . . . Makna

Tidak ada komentar:
Posting Komentar